Selasa, April 01, 2014

Surat untuk mantan

Hi Mantan,

Ga kerasa ya kita sudah berpisah lama.
Butuh waktu lama buat melupakanmu.
Butuh waktu lama buat menerima kehadiran lelaki lain masuk di zona cintaku.



Buatku, 4 tahun bukan waktu yang sebentar untuk sebuah kenangan.
Manis pahitnya hidup sudah kita lewati semua.
Namun, apa daya aku harus melepaskanmu.

Bukan karena tak cinta.
Hanya raguku yg selalu menguat setiap harinya saat kamu melakukan kesalahan yang sama terus menerus.
Kamu seperti keledai yang selalu jatuh di lubang sama bahkan lebih parah lagi.
Setiap kamu melakukan kesalahan, setiap itu pula air mataku selalu tumpah ruah jatuh, setiap itu pula aku mengingatkan dan berharap kamu berubah.
Harusnya kalau kamu cinta aku, kamu berubah buat kita.
Iya harusnya kamu yang berubah, jangan aku yang selalu kamu tuntut berubah.

Kenyataan itu selalu tak enak untuk aku hadapi.
Aku selalu berjuang sendiri buat cinta kita.
Sementara kamu tak peduli sedikitpun.


Hi mantan,

1 tahun sudah berlalu.
Aku sudah bisa melupakan semuanya.
Aku sudah terbiasa hidup tanpamu.

Tiba-tiba kamu mengajak kita kembali seperti dulu.
Jawabanku masih selalu sama seperti pertama kita pisah.
"Maaf, aku tak bisa kembali. Aku butuh orang yang sama-sama berjuang untuk mempertahankan cinta. Aku butuh orang yang sama-sama memperjuangkan cinta ga hanya untuk dunia, tapi juga cinta yang mempertemukan kita di surga nanti."

Kamu tak perlu selalu menanyakan hal yang sama.
Kamu tak perlu berharap kembali seperti dulu.
Aku tak ingin rasa sakit yang sama berulang.
Bebaskan aku memilih lelaki lain.
Lelaki yang berjuang untuk kehidupan dunia akhiratku nanti.

Melalui surat ini,
Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih.
Terima kasih atas semua kenangannya.
Terima kasih atas semua rasa sakitnya.
Karena rasa sakit yang besar, membuatku menjadi wanita yang kuat dan selalu ikhlas dalam menjalani hidup.

Pesanku untukmu,
Jika suatu saat kamu menemukan wanita yang kamu cinta.
Cintai dia sepenuhnya seperti kamu mencintai ibumu.
Jangan mengulangi kesalahan yang sama seperti kesalahanmu dulu.
Jangan biarkan air mata dia jatuh hanya karna kesalahanmu.
Bahagiakan dia selalu bagaimanapun caranya.
Jadikan dia cinta yang akan mempertemukan kalian dalam segala kebaikan.



*tulisan ini diikutsertakan untuk lomba #suratuntukruth novel Bernard Batubara*
Posting Komentar