Kamis, Desember 06, 2012

Pembicaraan 15 menit dengan tukang ojek

Dear pembaca blog,

Saya kalau sama orang pasti pingin ngobrol banyak, apalagi sama orang baru. Saya pingin tahu kehidupan mereka seperti apa. Apalagi kalau sama yang jualan atau yang saya jarang temui, bisa makin penasaran dengan kehidupan mereka. Jadi saya sering interview tukang nasi goreng, sopir taxi, dll.

Waktu itu, setelah pulang rapat dari kuningan, saya naik tukang ojek. Nah daripada di jalan diem doang, akhirnya saya interview tukang ojeknya.


Tukang ojeknya itu lulusan SMP. Dia jadi tukang ojek karena pingin lebih banyak waktu dengan keluarganya dan pingin dapat penghasilan yang tetap. Dia sempet ditawarin jadi OB tapi dia nolak. Bukan karena gajinya kecil. Keluarga buat dia adalah segalanya. Katanya kalau jadi OB sering lembur dan ga bebas kalau mau pulang ke keluarganya.

Tukang ojeknya itu mangkal di kuningan. Kalian tahu rumahnya dimana? di Bekasi loh, bahkan ada temannya yang rumahnya di bogor. Saya kaget sekali dengernya. Ko bisa ya ojek disini? ga cape ya Pulang Pergi Jakarta - Bekasi? Tukang ojeknya pun jawab : ini demi keluarga mbak, saya pingin ada waktu banyak buat mereka, kan kalau jadi OB ga bebas ketemu mereka,kalau jadi tukang ojek kapanpun mau pulang bisa, saya juga harus memberikan yg terbaik buat mereka, saya ingin anak-anak saya tumbuh dengan baik dan menjadi lebih baik dari saya, kalau cape ya pasti cape mbak, tapi saya ikhlas aja dan jalanin dengan senang, kalau ga ikhlas pekerjaan apapun akan berat jalaninnya mbak.

Trus saya penasaran penghasilannya berapa per bulan. Saya tanya lagi ke tukang ojeknya. Tukang ojeknya jawab : alhamdulillah setiap bulan dapat sekitar 2 jutaan mbak, kadang lebih, kadang kurang, disyukuri saja mbak, sama rajin sedekah, walaupun materi saya sedikit, saya yakin Tuhan akan nolong saya kalau saya menolong orang lain, sisanya saya tabung buat anak-anak saya.

Saya nanya lagi, mas paling jauh anter kemana. Tukang ojeknya jawab : paling jauh ke bogor mbak, tapi ya dijalanin aja, ga boleh ngeluh.

Subhanallah, saya dapat banyak pelajaran dari tukang ojek. Ternyata 15 menit itu bisa mendapat banyak sekali ilmu. Interview dan belajar dari kehidupan orang. Walaupun cuma tukang ojek pasti ada ilmu yang bisa didapat. Belajar jangan hanya dari orang kaya saja, orang ga mampu pun punya cerita hidup sendiri yg lebih berwarna dan banyak manfaatnya.


 Buat nambah semangat aku nulis blog, bisa loh share article ini di G+ atau sosmed kalian.
Yang mau komen juga boleh banget. Kritik & saran berguna banget buat lebih baik lagi.
Terima kasih sudah membaca blog ini.
Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.
Have a amazing day & don't forget to smile !!

Love,
Mirza 


Please don't copy & paste photo without permission.
Contact me if u want my article/photo !!
Copyright of mirzapradita.com

Posting Komentar